Resensi Film Bioskop "DragonBall Evolution"

Cerita Dragonball tentu tak asing lagi bagi mereka yang gemar membaca komik ataupun menonton animenya ketika masih kecil. Jadi kita pukul rata kalo semua orang yang baca resensi ini udah tau sekilas tentang dragonball..So here we go... Dibuka dengan prolog tentang bumi 2000 tahun lalu dimana dulu bumi dihancurkan oleh Picollo dan temannya, Oozaru. Tetapi kemudian 7 dewa berhasil mengunci Picollo dengan wadah Ma Fu Ba. Bumi pun hidup dengan damai, sampai sekarang...

Goku sejak kecil dilatih oleh kakeknya menjadi seorang petarung. Ia juga diberi sebuah bola naga dengan bintang 4 yang harus selalu ia simpan dengan baik. Tetapi ia harus janji tidak akan berkelahi sehingga di sekolah ia sering jadi ledekan teman2nya yang mengangg apnya pengecut. Ia juga jadi tidak bisa mendekati pujaannya, Chi Chi. Secara kebetulan Goku menolong Chi Chi yang sedang kesusahan lalu Chi Chi mengajaknya datang ke pesta. Saat Goku datang ke pesta tersebut, tak disangka kakek Goku diserang oleh Picollo. Goku yang mendapat firasat buruk segera pulang ke rumahnya dan melihat rumahnya hancur dan kakeknya sedang sekarat. Sebelum meninggal, kakek Goku menyuruh Goku untuk menemui Master Roshi serta mengingatkan Goku untuk selalu mempercayai dirinya sendiri.

Keesokan paginya, saat Goku bersiap untuk pergi, tiba-tiba ia melihat seorang wanita memasuki rumahnya yang mengira kalau Goku mencuri bola 5 bintang miliknya. Saat Goku meperlihatkan bola naga 4 bintang miliknya, wanita itu baru percaya kalau bukan Goku pencurinya. Mereka pun berkenalan. Nama wanita itu Bulma. Mereka berdua lalu pergi untuk menemui Master Roshi. Saat bertemu Master Roshi, Goku menceritakan bahwa kakeknya telah meninggal dan menitip pesan bahwa Picollo telah kembali. Master Roshi juga mempunyai bola naga dengan 2 bintang dan mengatakan bahwa dengan mengumpulkan 7 buah bola naga sebelum gerhana matahari, mereka akan dapat mengurung Picollo kembali. Master Roshi lalu berkata bahwa mereka harus pergi untuk mendapatkan Ma Fu Ba, sekaligus untuk melatih Goku agar lebih siap dalam menghadapi Picollo. Dalam perjalanannya, Goku bertemu dengan Yamcha dan juga Chi Chi yang ternyata adalah seorang petarung.

Goku kemudian juga berhasil mendapatkan 1 lagi bola naga, namun karena lengah, bola naga yang telah mereka kumpulkan sebelumnya dicuri oleh Picollo. Terlambat, Picollo telah berhasil mengumpulkan ketujuh bola naga. Mereka pun berangkat ke kuil naga. Di sana Picollo tengah bersiap untuk membangkitkan Oozaru. Tak disangka, ternyata selama ini Oozaru berdiam dalam diri Goku dan menunggu untuk dibangkitkan. Oozaru yang telah bangkit lalu mulai mengganas sampai2 Goku membunuh Master Roshi. Setelah itu Goku pun tersadar dan mengumpulkan kekuatan untuk mengalahkan Picollo dan berhasil. Dengan kekuatan 7 buah nola naga, Goku meminta agar Master Roshi dihidupkan kembali.

Metode Diet Pilihan Selebriti Hollywood !

Tak semua bintang Hollywood selalu tampil dengan tubuh sempurna. Ada saatnya juga mereka mengalami masalah dengan berat badan seperti kebanyakan wanita lainnya.

Tapi tuntutan peran dan keharusan tampil sempurna membuat mereka harus berusaha lebih keras mempertahankan tubuh tetap langsing. Untuk itu, berbagai macam cara dijalani. Mulai olahraga keras, operasi sedot lemak, hingga diet superketat.

Metode diet apa saja yang banyak jadi pilihan selebriti Hollywood?

Diet rendah karbohidrat
Memangkas asupan karbohidrat masih menjadi tren diet selebriti Hollywood. Bintang film Marley and Me, Jennifer Aniston berhasil menurunkan berat badannya hingga 15 kilogram dengan mengurangi karbohidrat dan mempertinggi asupan protein.

Asupan diet rendah karbohidrat ini meliputi 40% karbohidrat, 30% protein, dan 30% lemak tak jenuh. Hasilnya, beberapa selebriti seperti Renee Zellweger bisa menurunkan berat 10 kilogram. Binta lainnya yang sudah membuktikan diet ini adalah Madonna, Cindy Crawford, Winona Ryder, Demi Moore, Kristin Davis dan Kirstie Alley.

Organik
Mengonsumsi makanan organik ternyata tak hanya baik untuk faktor kesehatanan saja. Bagi beberapa selebriti, makanan organik adalah cara untuk mendapatkan berat badan ideal.

Gwyneth Paltrow sangat ketat memilih bahan makanan organik untuk menu sehari-harinya, misalnya daging, susu, dan telur.

“Saya berusaha makan makanan organik. Saya tak mau memakan apapun yang bisa menjadi racun di tubuh,” katanya.

Julia Roberts dan Christina Aguilera juga memilih bahan organik yang bebas racun. Julia selalu menyimpan susu organik di trailernya bila ia sibuk syuting. Demikian juga Christina yang selalu menyimpan susu dan keju organik di ruang gantinya.

Vegetarian
Banyak selebriti yang memilih gaya hidup vegetarian, seperti Alicia Silverstone dan bintang Charlie’s Angel, Drew Barrymore. Mereka tak lagi mengonsumsi daging atau berbagai produk makanan dari binatang seperti telur, susu, dan keju.

Asupan protein diambil dari sayur kacang-kacangan seperti buncis dan kacang polong serta kacang-kacangan seperti almond dan hazelnut yang menjadi camilan sehat mereka sehari-hari.

Bintang Charlie’s Angel lainnya, Cameron Diaz, juga menjadi vegetarian. “Saya merasa beruntung dengan metabolisme tubuh saya yang cepat. Saya merasa lebih sehat dengan menjadi vegetarian,” ujarnya.


Sumber : Vivanews.com

Inilah Mobil Tata Nano Termurah dari India

Mobil supermurah Tata Nano resmi diluncurkan pabrikan mobil India, Tata Motors, di Mumbai, India, Senin (23/3). Namun, masyarakat Indonesia sebaiknya tidak banyak berharap bisa memiliki mobil dengan harga launching yang diklaim paling terjangkau di dunia, yakni 100 ribu rupee (sekitar Rp 22 juta) itu.

Dengan tambahan berbagai pajak, harga jual Nano di sini bisa melambung dua kali lipat lebih, yakni sekitar Rp 50 juta. Padahal, di kisaran harga itu, PT Industri Kereta Api (Inka) di Madiun juga memproduksi mobil murah yang diberi nama GEA (Gulirkan Energi Alternatif). Nama GEA diberikan karena mobil yang bentuk dan spesifikasi mesinnya sangat mirip Nano tersebut memakai bahan bakar gas yang dijamin bisa ramah lingkungan. Jika diberi izin pemerintah, PT Inka memprediksi bisa memberi harga GEA pada banderol Rp 45 juta - Rp 50 juta per unit.

Menanggapi mulai dipasarkannya mobil India yang diklaim berharga termurah di dunia itu, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Budi Darmadi menyatakan sejauh ini belum menerima proposal penjualan di Indonesia. "Belum ada pembicaraan atau isyarat sedikit pun bahwa Tata Nano mau masuk Indonesia," ujar Budi kepada Jawa Pos kemarin. Biasanya setiap prinsipal mobil di luar negeri akan melapor terlebih dahulu ke pemerintah jika ingin masuk pasar Indonesia. Setidaknya informasi itu akan disampaikan jauh hari.

Budi menegaskan, meski produsennya mengklaim Nano sebagai mobil termurah di dunia, konsumen di Indonesia tidak serta merta bisa membelinya dengan mudah. Setidaknya berbagai macam pajak siap menanti sehingga harganya menjadi "tidak murah lagi". Biaya untuk memasukkan mobil ke Indonesia sangat besar. Minimal bea masuk impor saja 40-45 persen, bergantung pada kapasitas mesin dan jenis mobilnya. "Apakah sedan atau minivan itu beda, belum lagi bergantung pada CC-nya," kata Budi.

Kalaupun Tata Nano masuk Indonesia, Budi yakin harganya lebih dari Rp 50 juta per unit. Sebab, selain harus membayar bea masuk, importer harus membayar pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPnBM (pajak penjualan barang mewah) yang nilainya bervariasi sesuai nomor HS (harmonized system) mobil itu. "Tahun 2010 nanti semua bea masuk disamakan, yaitu 40 persen. Tapi, dengan kena PPN impor dan PPnBM, harganya pasti di atas Rp 50 juta," tegasnya.

Menurut Budi, Indonesia juga terus menggagas pembuatan mobil murah seperti di India. Bedanya, Indonesia tetap akan berpijak pada prinsip berkendara yang aman. Artinya, tidak mengorbankan faktor keselamatan demi harga murah. "Beberapa institusi dan industri sedang mencoba membuat mobil seperti itu. Konsepnya low cost car," ungkapnya.

Beberapa masih dalam tahap eksperimental, seperti mobil yang dibuat PT Inka di Madiun dengan nama GEA. Sejauh ini PT Inka Madiun telah menguji mobil GEA dengan jarak tempuh 10 ribu km dengan kecepatan 85 km per jam untuk mobil bertenaga 650 cc.


Ada Warnet Cabul di Malang !

Ada Warnet Cabul di Malang !

Ini perhatian bagi para orangtua yang memiliki putra-putri usia sekolah dan sering mengerjakan tugas sekolah ke warung internet (warnet). Mulai saat ini, pantaulah aktivitas anak Anda agar tidak menjadi korban pencabulan seperti yang dialami Ni, 15, warga Kelurahan Bunul Kecamatan Blimbing ini.

Kejadian memprihatinkan itu terjadi pada Rabu (18/3) sore saat Na sedang asyik menjelajah dunia maya sebuah warnet yang beralamat di Jl Lekso, bilik nomor 12.

Di sela-sela mengunduh gambar-gambar kartun, Na mengalami kesulitan dengan proses menyimpan gambar-gambar tersebut di flash disk yang dibawanya.

Remaja yang masih duduk di bangku kelas 1 sebuah SMP ini kemudian meminta tolong operator warnet benama Agung Darmawan, 33. Namun bukan bantuan yang didapat, Agung malah melakukan pencabulan (maaf, bagian sensitif kewanitaan korban diraba-raba) di ruang bersekat yang tidak bisa diintip pengguna warnet lainnya.

“Pelaku memanfaatkan kondisi warnet yang bersekat, dan mengancam akan membunuh korban kalau tidak menuruti kemauannya,” terang Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polresta Malang, Aiptu Ketut Mariyati, Jumat (20/3).

Tidak puas melakukan pencabulan di bilik komputer, Agung kemudian menyeret Na ke gudang di belakang bagian warnet dan kembali melakukan tindakan bejatnya dengan lebih ganas. Setelah puas, Agung menyuruh Na pulang dan kembali mengancam akan membunuh jika menceritakan apa yang telah dilakukannya.

“Kami sudah menangkap pelakunya kemarin. Dia bisa dijerat hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya.

Pengamat sosial Prof H Darsono Wisadirana MS menilai, fenomena ini merupakan salah satu akibat kekerasan dunia maya (cyber bullying). Saat ini, dampak pengunaan internet sudah memasuki ranah yang menakutkan. “Ini harus menjadi perhatian serius semua orangtua. Aksi kejahatan seperti itu bisa muncul karena pelaku terlalu sering mendapatkan informasi (perilaku seksual, red) yang salah dari warnet. Sebaliknya, si anak, ia juga korban warnet,” ujar Darsono.

Kondisi ini masih ditambah model warnet yang cenderung tertutup. Ini memberi peluang bagi terjadinya perilaku menyimpang di dalamnya. “Semua ingin privasinya dihargai saat mereka chatting, game, atau berkomunikasi dengan jejaring sosial di dalam bilik internet. Situasi ini memberi kesempatan pengguna melakukan perbuatan menyimpang, apalagi bila mereka masih remaja,” katanya.

Ketua Program Ilmu Sosial Universitas Brawijaya ini mengimbau agar para orangtua lebih waspada. “Lebih baik berkorban sedikit, membuka internet di rumah daripada di warnet tapi berbahaya bagi mental anak,” tandasnya.

Sumber : Surya.co.id
7 Kereta Api Tercepat di Dunia

7 Kereta Api Tercepat di Dunia

1. CRH2 di Negara China

fastesttrains-01

2. THSR di Negara Taiwan

fastesttrains-02

3. KTX di Negara Korea

fastesttrains-03

4. SHINKANZEN di Negara Jepang

fastesttrains-04

5. AVE di Negara Spanyol

fastesttrains-05

6. EUROSTAR di Negara Inggris

fastesttrains-06

7. TGV di Negara Perancis

fastesttrains-07


Ibukota Republik Indonesia adalah Tokyo ?

BATAVIA atau Jakarta telah menjadi kota pusat pemerintahan penjajah Belanda selama ratusan tahun, untuk mencuri apa saja yang bisa diambil dari bumi Indonesia. Tapi, menjelang awal Maret 1942, pemerintahan Hindia Belanda memindahkan ibukota ke Bandung. Bukan karena kota itu lebih sejuk dan nyaman, tapi karena Batavia (Jakarta) sudah dikuasai penguasa baru: Jepang.

Bandung jadi penuh sesak oleh pengungsi. Kebanyakan wanita dan anak-anak. Hotel-hotel fully booked dan sumpek. Orang-orang Belanda ini memang ingin ‘berlibur’ di ibukota baru. ‘Libur’ panjang dari memerintah jajahannya untuk selamanya. Kenapa Bandung disebut ibukota? Karena pentolan penguasa Hindia Belanda berkumpul di sana. Ada Gubernur Jenderal Tjarda van Stakenborgh Stachouwer dan keluarga. Ada juga Letnan Jenderal Hubertus Johannes van Mook yang dijangkiti rasa takut mati.

Sebenarnya Bandung juga sama tidak amannya dengan Jakarta. Kota ini dihujani bom dan peluru. Saking pengecutnya, van Mook yang takut mati buru-buru ungsi ke luar Bandung. Pas weekend hari Sabtu 7 Maret 1942, van Mook naik pesawat Glan Martin kabur ke Australia. Ngeeeng…Yang unik, pesawatnya memakai landasan sepanjang Jalan Buah Batu, karena landasan bandara Andir (sekarang Hussein Sastranegara) rusak. Apa yang dibawa? Kebanyakan bawa baju yang melekat pada badan.

Lalu kemana Gubernur Jenderal Tjarda?

Dia tetap di Bandung, tidak melarikan diri, karena keesokan harinya, Minggu 8 Maret 1942, dia ada janji penting. Bukan janji sama Tuhan pergi ke gereja, tetapi janjian sama Jenderal Hitoshi Imamura, penguasa militer tertinggi Jepang di Hindia Belanda, yang mewakili Kaisar Hirohito. Mereka berdua bertemu di Kalijati, Subang, untuk menyerahkan kekuasaan Hindia Belanda secara resmi kepada penguasa baru. Hari itu berakhirlah kekuasaan Belanda di Indonesia untuk selamanya. Ada majikan baru yang memerintah, dengan nasib baru. Kepedihan dan kesengsaraan baru untuk rakyat Indonesia di bawah kekuasaan Jepang.

‘HUBUNGAN GELAP’

Sejak Jepang menguasai banyak negeri di Asia. praktis pusat kekuasaan jajahan berkiblat ke Tokyo. Dalam film-film perjuangan kita, sering diperlihatkan adegan rakyat Indonesia, yang harus menunduk bersama dengan semangat disiplin tinggi di sebuah lapangan di tiap pagi hari, untuk hormat ke Kaisar Hirohito di Tokyo. Mirip orang Islam sembahyang menghadap ke Makkah, Saudi Arabia. Jepang datang membawa “harapan baru” bagi Indonesia, yakni sebagai “Saudara Tua” yang membebaskan bangsa Asia dari kejahatan kulit putih orang Eropa. Tentu saja, banyak orang Indonesia senang. Bahasa Belanda dilarang diajarkan dimana-mana. Harus menggunakan bahasa Indonesia dan juga Jepang.

Orang Belanda yang dulu sombong berlagak bagai majikan, berganti nasib di tempatkan di ruang sengsara, di kamp-kamp penyiksaan sistematis. Juga sebagian rakyat Indonesia ikut merasakan ini, terutama yang membangkang terhadap Jepang. Semua kehidupan rakyat Indonesia, sudah diatur dalam sebuah peraturan, yang dibuat sebelum mereka menguasai kepulauan nusantara. Jadi memang sudah ada niat Tokyo untuk datang, berkuasa dan mencuri kekayaan alam Indonesia. Dulu semasa sebelum perang dunia kedua, mereka harus membeli kekayaan alam seperti minyak (bahkan sering kekurangan pasokan) dari Hindia Belanda. Nah, sekarang mereka mendapatkannya secara gratis, dengan cara menyiksa dan membunuhi si pemilik kekayaan alam: orang Indonesia.

Anehnya, sebelum Indonesia lahir sudah terjadi ‘hubungan gelap’ antara Jakarta dan Tokyo. Perdana Menteri Hideki Tojo datang ke Jakarta tahun 1943. Dia menghadiahkan kimono untuk Fatmawati, istri Soekarno, sambil mengundang Soekarno, Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo, untuk “jalan-jalan” ke Tokyo. Akhirnya, mereka bertiga pergi ke Jepang pada November 1944. Inilah pertama kali Soekarno (yang kelak menjadi presiden) pergi ke luar negeri.

Selama 17 hari mereka dimanja dan dipamerkan kehebatan Jepang. Dan yang spektakuler, mereka di pertemukan dengan Kaisar Hirohito. Kok mau-maunya Hirohito bertemu orang yang statusnya belum jelas? Mereka bukan kepala negara, bukan utusan sebuah negara dan hanya warga biasa. Lebih aneh lagi, Kaisar Hirohito ‘merusak’ protokol Istana Kekaisaran dengan menyalami Soekarno dan memberinya medali kehormatan tertinggi. Belum pernah seorang kaisar melakukan hal ini sebelumnya. Padahal di saat yang bersamaan, ribuan orang Indonesia mati sia-sia bagaikan serangga disemprot pembasmi hama, oleh tentara Jepang.

Di tahun-tahun berikut menjelang kemerdekaan, kejadian itu melekatkan sebuah anggapan kuat, bahwa Soekarno dan Hatta (dan juga beberapa pendiri negara Indonesia) memang ‘boneka Jepang’. Di hadapan Jenderal Imamura, Soekarno pernah berpura-pura dan ‘menjilatnya’, dengan kata-kata, “Tuan mengusir orang yang dianggap penindas sejati bangsa Indonesia. Saya berterima kasih kepada Tuan untuk selama-lamanya”. Tuduhan sebagai kolaborator Jepang, ternyata efektif menjauhi Soekarno mendapat pengakuan atas kemerdekaan negerinya yang ia lakukan bersama patriot lain, dari dunia internasional, khususnya negara-negara barat yang menang dalam perang dunia kedua. Bila tidak pandai-pandai berunding, bersilat lidah dan bisa mengambil hati rakyat, Soekarno dan Hatta bisa saja diadili sebagai penjahat perang oleh Sekutu dan juga tentunya oleh Belanda, yang ingin datang kembali menguasai Indonesia, meski gagal total.

Kebalikannya dialami oleh PM Tojo. Seusai perang, dia diadili sebagai penjahat perang oleh Sekutu dan digantung di sebuah tempat di Tokyo, yang sekarang menjadi lokasi berdirinya gedung pencakar langit Sunshine 60.

IBUKOTA PINDAH KE TOKYO

Seperti sudah ditakdirkan (bahkan diramalkan oleh Jayabaya ratusan silam sebelumnya), Indonesia lahir, berjuang dan hidup dengan ‘a little help from Japanese’. Sulit dibantah bahwa kemerdekaan Indonesia, banyak mendapat bantuan dari Kantor Penghubung Jepang di Jakarta. Perumusan naskah proklamasi saja dilakukan di rumah kediaman seorang petinggi Jepang, yang semula direncanakan di Hotel Des Indes (sekarang Duta Merlin) di Harmoni, Jakarta. Soekarno menjadi presiden juga dengan bantuan pemerintah militer Jepang di Indonesia. Bahkan Soeharto melesat karir militernya, karena didikan dari PETA (Pembela Tanah Air), yang dibentuk Jepang. Bukti dan pengalaman seperti ini, membawa corak yang kental akan peranan Jepang membela dan membantu pembangunan Indonesia, kelak di kemudian hari. Soekarno dan Soeharto adalah sahabat paling akrab keluarga kekaisaran dan pemerintahan Jepang.

Setelah kemerdekaan dan Indonesia mendapat pengakuan internasional, dimulai era baru hubungan antara Indonesia dan Jepang. Sikap Jepang sangat hati-hati terhadap bangsa Indonesia (juga bangsa Asia lainnya), yang masih terkenang getirnya masa lalu hidup bersama Jepang yang bengis. Bahkan Kaisar Hirohito jarang, mungkin tidak pernah, berkunjung ke negara Asia manapun, setelah perang usai. Meski setiap kepala negara Asia sowan kepadanya, bila datang dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Tokyo.

Kekejaman masa pendudukan Jepang, ditanggapi dengan tuntutan pembayaran pampasan perang oleh Indonesia, sebesar 17,5 miliar dolar AS. Jumlah yang terlalu tinggi untuk ditolak Jepang. “Emangnya Jepang pernah benar-benar perang sama Indonesia?. Kita tak perlu bayar apapun!”, komentar orang yang menolaknya. Namun Jepang tetap membayar sejumlah besar uang untuk mengobati luka hati bangsa Indonesia (juga negara Asia lainnya), yang tak bisa dihargai oleh uang atau apapun. Dimulailah perundingan pampasan perang yang membuat Presiden Soekarno dan juga pejabat penting laiinya, sering datang ke Tokyo.

Selama menjadi presiden, Soekarno telah 15 kali berkunjung ke luar negeri ke 58 negara (termasuk ke Bangladesh, Singapura dan Bahrain, yang saat itu belum menjadi negara merdeka). Sekali berkunjung bisa satu negara (tapi jarang), atau ke sejumlah negara sekaligus didatangi. Pernah antara 16 April sampai 2 Juli 1961, Soekarno sekali jalan mengunjungi 21 negara! Mungkin karena pesawatnya sering menyewa, jadi Soekarno sekalian aja pakai sekaligus mengunjungi sejumlah negara. Dari 15 kali pergi ke luar negeri (antara 1951 sampai 1965), 11 kali diantaranya termasuk pergi ke Jepang.

Saking seringnya ke Tokyo, wartawan kawakan Mochtar Lubis yang selalu membangkang dengan kebijakan Soekarno, mengejeknya, “Wah, ibukota Indonesia pindah ke Tokyo”. Ini bukan gurauan. Tapi kenyataan. Pejabat dan menteri sering melaporkan pekerjaannya bukan ke Istana Merdeka, tapi ke Tokyo.

Jaksa Agung AS Bob Kennedy ingin bertemu Soekarno, datangnya harus ke Tokyo, bukan ke Jakarta (dia pernah datang ke Jakarta sebelumnya.) Tanggal 29 Januari 1958, Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia yang berkunjung ke Jepang selama 18 hari. Inilah kunjungan kenegaraan pertamanya dan satu-satunya ke Jepang. Selebihnya kunjungan kerja untuk membahas pampasan perang, berunding dengan Malaysia dan keperluan lain. Namun setiap dia ke Tokyo, Soekarno hampir selalu diundang makan siang oleh Kaisar Hirohito. Sebuah sikap yang jarang didapat oleh kepala negara manapun di dunia. Sejak itu dia sering ke Tokyo. Dari 22 tahun menjadi presiden, Soekarno berada di Jepang (kebanyakan di Tokyo) selama 117 hari, yang diakumulasikan dari 11 kali ke Jepang. Artinya, 1,5% masa kepresidenannya dihabiskan di Jepang. Jumlah yang sangat besar untuk ukuran panjang masa kekuasaan Soekarno.

NANGKA CIBINONG

Seringnya Soekarno berada di Tokyo, membuat perundingan pampasan perang menjadi lancar, yang akhirnya dibayar Jepang secara bertahap. Hasilnya, bisa dilihat dengan munculnya bangunan-bangunan gigantik. Misalnya hotel-hotel di Pelabuhan Ratu, Yogyakarta, Bali, Hotel Indonesia, Jembatan Ampera di Palembang, serta Wisma Nusantara setinggi 29 lantai (diresmikan Soeharto tahun 1969), adalah sebuah hasil dari pampasan perang. Gedung perkantoran ini cukup modern di Asia untuk ukuran saat itu. Yang paling monumental adalah tugu monumen nasional di tengah Jakarta, yang merupakan simbol hasil pampasan perang.

Banjirnya uang dari Jepang, memberanikan tekad Soekarno menjadi tuan rumah Asian Games IV tahun 1962, dengan sebuah stadion raksasa yang dianggap mewah sampai sekarang. Juga menyelengarakan pesta olah raga antara negara berkembang, Ganefo I tahun 1963 (Ganefo hanya sekali dan tak ada kelanjutannya). Hingga 32 tahun berkuasa, Soeharto tak mampu membangun stadion sekelas Senayan di tempat lain, dan juga tak mampu menjadi tuan rumah olahraga internasional yang berbobot, meski mempunyai uang jauh lebih banyak dibanding Soekarno.

Meskipun Soekarno sering ke Tokyo (117 hari), tidak demikian dengan perdana menteri Jepang. Selama ia berkuasa, hanya 2 orang perdana menteri yang datang ke Jakarta. Pertama adalah Perdana Menteri Nobusuke Kishi pada November 1958. Anehnya, 50 tahun kemudian cucu Kishi, Perdana Menteri Shinzo Abe, datang ke Jakarta pada Agustus 2008. Dan kedua PM Hayoto Ikeda pada September 1963. Baik Kishi dan Ikeda datang cuma 2 hari di Jakarta. Namun Jepang akhirnya mengirimkan Putera Mahkota Akihito dan Putri Michiko datang ke Indonesia pada 1962. Dia menjadi anggota kekaisaran Jepang yang pertama datang ke sebuah negeri bekas jajahan Jepang paling luas.

Tiga puluh tahun kemudian, Akihito dan Permaisuri Michiko juga menjadi Kaisar Jepang pertama yang datang ke Indonesia pada 3 Oktober 1992. Kaisar Akihito datang menghadiahkan ikan koi hasil silangan koi Jepang dan koi Indonesia, untuk Soeharto. Sahabat baik saya, seorang asal Cibinong, Bogor, pernah mendapat anugerah tak terlupakan. Kakaknya punya sebuah warung cukup besar di pasar Cibinong, Bogor. Ketika Putera Mahkota Akihito pergi ke Bogor (diantar Soekarno) dari Jakarta, dia melewati Jalan Raya Bogor, yang juga harus melewati pasar Cibinong.

Di warung itu didisplay sebuah nangka yang cukup besar. Mungkin karena aneh (tinggal di istana terus) dan belum pernah melihatnya, Akihito minta konvoi kendaraannya berhenti di warung itu. Dia pun datang ke warung tersebut dan menanyakan tentang buah nangka sebesar anak kecil 5 tahun, yang baru seumur hidup dipegangnya. Saya sempat diperlihatkan foto Akihito di warung itu oleh sahabat saya. Sayang saya kesulitan untuk menemukan kembali foto unik tersebut. Baik Hirohito, Akihito dan anak-anak Akihito sangat menyukai botani, pertanian dan perternakan.

Pernah ketika saya sedang berada di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur tahun 1992, tiba-tiba pengunjung diminta menyingkir sementara oleh keamanan, karena Pangeran Akhisino, adik Putera Mahkota Naruhito (anak tertua Kaisar Akihito dan belum pernah ke Indonesia), datang ke pasar tersebut. Dia memang seorang penggemar berat unggas-ungagsan.

WOMAN FROM TOKYO

Begitu sering Soekarno ke Tokyo (hotel favoritnya dia menginap adalah di Imperial Hotel), melahirkan sebuah lobi-lobi tingkat tinggi para pengusaha Jepang, untuk mendapatkan proyek-proyek konstruksi pembangunan Indonesia pasca perang. Pada hari ulang tahunnya ke 58, 6 Juni 1959, Soekarno datang kedua kalinya ke Tokyo untuk kunjungan selama dua minggu. Seorang pengusaha Jepang yang dekat pejabat tinggi Indonesia, Kubo Masao, memperkenal kepada Soekarno, seorang wanita cantik kabaret dari klub malam ternama di Tokyo, Akasaka’s Copacabana. Namanya Nemoto Naoko yang baru berumur 19 tahun, ketika diperkenalkan saat Soekarno datang ke klub tersebut pada 16 Juni 1959.

Nemoto adalah seorang wanita yang cantik, cerdas, gaul, bisa melukis dan mudah menguasai bahasa asing. Akhirnya dia dijadikan istri ketiga oleh Soekarno. Namanya menjadi Ratna Sari Dewi. Mereka menikah pada 3 Maret 1962. Soekarno sangat sayang padanya. Pernah dia ngambek dan minggat ke sebuah biara di Jawa Tengah. Soekarno bagai orang tak punya darah. Namun Soekarno pernah juga marah kepada Dewi, di depan Menteri Oei Tjoe Tat. Ketika Oei di Bangkok, dia dipanggil Soekarno ke Tokyo untuk suatu urusan penting. Selama mereka berdiskusi, Dewi sering menegur suaminya dengan halus agar jangan terlalu lama menerima tamu, karena ada urusan lain. “Diam! Diam! Saya bilang diam!”, bentak Soekarno bagai suara geledek. Oei Tjoe Tat pun buru-buru minta diri pamit.

Peranan Dewi sangat besar dalam lobi-lobi pampasan perang antara Jepang dan Indonesia. Hampir semua kalangan bisnis Jepang, Indonesia dan pengusaha keturunan Cina pada masa itu harus sowan ke Wisma Yaso, agar bisnisnya licin dan lancar. Wisma Yaso adalah nama sebuah vila luas dan asri di daerah Kuningan Barat, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, yang menjadi tempat kediaman Dewi. Vila itu dikenal dengan nama Wisma Yaso, yang diambil dari nama adiknya Dewi.

Kini bekas rumah Dewi dijadikan sebuah museum militer, yang sebelumnya dikuasai negara secara sepihak dan dikemudian diberi ganti rugi kepada Dewi. Di rumah itulah, Soekarno yang karirnya naik banyak dibantu Jepang, harus menikmati kesengsaraan di saat-saat akhir menjelang ajalnya, di rumah istri berkebangsaan Jepang juga.

DIMANA IBUKOTA INDONESIA?

Dijadikannya Tokyo sebagai ‘ibu kota’ Indonesia, memperpanjang deretan kota-kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan. Menjelang maghrib Kamis malam, 3 Januari 1946, sebuah gerobong kereta luar biasa, langsir menyelinap di belakang rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur no. 56. Sang masinis, Soedarjo, dengan lihai berhasil membawa Soekarno dan Hatta berserta keluarga dengan taruhan nyawa. Dengan tanpa lampu sama sekali, gerbong yang membawa penumpang VIP itu, berhasil lolos dari patroli Belanda sepanjang perjalanan.

Keesokan harinya, Soekarno dan Hatta tiba di Jogjakarta. Sejak itu, resmi ibukota RI pindah ke Jogjakarta. Kenapa pindah? Jakarta sudah tak aman lagi. Sutan Sjahrir, sang perdana menteri dibiarkan tinggal di Jakarta dan berkantor di bekas rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur. Tindakan Soedarjo yang membawa proklamator hijrah ke Jogjakarta dinilai heroik, yang akhirnya membawa dia menjadi pengusaha nasional yang sukses, diantaranya menjadi Pemimpin Umum harian sore Suara Pembaruan. Saya sangat beruntung pernah berjumpa sekali dengannya di rumahnya di Jalan Wijaya I, Kebayoran, diantar mantunya yang kebetulan menjadi sahabat baik saya.

Pada 18 Desember 1948, Indonesia memindahkan lagi ibukota dari Jogjakarta ke Bukittinggi, Sumatera Barat. Tepatnya dibelantara hutan yang jelas lokasi. Pemindahan ini karena Jogjakarta jatuh ke dalam kekuasaan Belanda. Daripada negara RI hilang, pindahkan saja ke kota lain. Bahkan, kalau tidak bisa dilakukan pindah ke Bukittinggi, pindahkan ke luar negeri dengan membentuk pemerintahan dalam pengasingan, yaitu ke New Delhi! Saat itu, ada beberapa pejabat penting Indonesia sedang berada di sana. Baru tahun 1950, Jakarta kembali menjadi ibukota negara, yang diselingi oleh Tokyo sebagai ‘ibukota’, karena presiden sering di sana. Sebenarnya Soekarno adalah tipe pemimpin yang mudah mempercayai pembantunya.

Bila dia sering pergi ke luar negeri, yang ‘jaga rumah’ biasanya Djuanda Kartawidjaja, sebagai Menteri Pertama. Setelah Djuanda, yang lebih sering jaga kandang adalah Johannes Leimena, juga seorang wakil perdana menteri dan seorang dokter yang sangat dipercaya Soekarno. Selama 10 tahun sejak 1956, Soekarno tak punya wakil presiden. Banyaknya perjalanan Soekarno ke luar negeri, bukan menjadi masalah bila dia tak berlama-lama di suatu tempat negara asing. Nah, Soekarno sering menetap lama di Tokyo, maka jadilah semua urusan mendesak harus di laporkan ke ibukota Jepang itu.

Soeharto juga lebih banyak dibanding Soekarno pergi ke luar negeri. Namun dia tak pernah lama-lama berada di luar negeri. Jadi dia banyak mempercayai wakil presiden untuk mengurus urusan rumah. Bahkan Abdurrahman Wahid lebih praktis lagi. Dia bisa dalam satu hari di Eropa mengunjungi tiga ibukota negara sekaligus. Pagi, siang dan malam dalam sehari menjadi tamu di negara yang berbeda. Habibie lebih unik. Dia adalah presiden yang jarang ke luar negeri. Ketika menghadiri KTT APEC di Kuala Lumpur tahun 1998 selama dua hari, tetapi dia tak pernah bermalam di ibukota Malaysia itu. Caranya? Pagi datang, malam pulang. Besok pagi datang lagi, sore pulang lagi.

Presiden Yudhoyono pernah berbuat aneh, seolah tak percaya dengan wakil presiden. Dia mengadakan rapat kabinet dari AS dengan menteri-menterinya di Jakarta. Sebuah tindakan berbahaya bila isi rapat itu sangat rahasia, karena sebuah teleconference secara teknis sangat rawan diketahui isinya oleh pihak luar.

Di akhir tahun 1950-an, Soekarno sudah melihat jauh ke depan untuk memindahkan ibukota negara ke sebuah kota di tengah hutan Kalimantan, Palangkaraya. Kota itu adalah satu-satunya ibukota propinsi yang dibangun setelah kemerdekaan. Sebuah keinginan yang sekarang menjadi pilihan mendesak untuk mengganti Jakarta yang sudah sarat dengan banyak beban sosial multi dimensi.

JAPANESQUE

Sulit dibayangkan bila Indonesia tanpa Jepang. Selama menjadi sebuah negara, Indonesia punya hubungan khusus dan historis dengan negeri matahari terbit itu, yang tak dimiliki dengan negara manapun di dunia. Meskipun bukan bikinan Jepang, kemerdekaan Indonesia adalah bantuan Jepang, yang memberi semangat untuk lepas dari cengekraman kekuasaan kulit putih. Kebangkitan Nasional yang dicetus seabad silam, juga diilhami dengan kemenangan Jepang atas perang melawan Rusia di Mancuria, Cina. Jepang banyak meninggalkan corak kehidupan bagi orang Indonesia. Dari segi sejarah, sosial dan ekonomi. Kemerdekaan Indonesia memakai tahun Sumera, tahun berdasarkan perhitungan orang Jepang, yaitu tahun 2605.

Konsep pembentukan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) adalah konsep dari pemerintahan militer Jepang ketika menjajah Indonesia. Hanya dengan Indonesia, Kaisar Hirohito berani pertama kali menyatakan kata fuko-na, yaitu bahasa halus untuk melukiskan kesialan pada masa silam yang terjadi dengan tindakan Jepang pada Indonesia. Kata itu diucapkan di depan Presiden Soeharto yang berkunjung ke Jepang tahun 1968. Kenapa dengan Soekarno dia tidak berani? Banyak pertimbangan untuk dia melakukannya. Kata itupun akhirnya ulangi Hirohito kepada kepala negara yang negerinya pernah disakiti Jepang. Tahun 1974 kepada Presiden AS Gerald Ford, tahun 1978 kepada Wakil Perdana Menteri Cina Deng Xiaoping dan tahun 1983 kepada Presiden Korea Selatan Chun Do-Hwan. Walau masih ada kenangan masa lalu yang pahit, Jepang tetap sahabat yang sangat menjaga perasaan orang Indonesia yang pernah mereka sakiti, dibanding dengan sikap arogan negara-negara tetangga Indonesia.

Kini setiap presiden Indonesia pasti harus datang ke Tokyo dan bertemu sang kaisar. Sebaliknya, setiap perdana menteri Jepang bila perlu, pasti datang ke Jakarta. Letak strategis kota Tokyo memaksa seorang presiden Indonesia harus ke sana, bila datang dari dan pergi ke AS sebagai tempat transit. Begitu akrabnya hubungan kedua negara, Soekarno pernah ngotot minta diterbangkan langsung dari Tokyo ke Pyongyang, Korea Utara, negara musuhnya Jepang sampai kini. Permintaan itu dipenuhi yang tak mungkin diberikan Jepang kepada kepala negara manapun di dunia.

Dulu semasa perang Jepang mengirimkan bom, peluru dan bayonet untuk orang Indonesia. Kini mereka mengirimkan Toyota, Sanyo, Aiwa, Sony, Honda, Yamaha, Daihatsu, Mitsubishi, Hitachi, sukiyaki, sushi dan sandal jepit, yang dipakai oleh setiap orang Indonesia dari bangun tidur sampai pergi tidur. Indonesia memang negara ‘Made in Japan’.

Sumber : Kompas.com

7 Hal Keinginan Pria Sebelum Menikah !

Jangan kesal dulu jika Si Dia tidak kunjung mengeluarkan kalimat sakti, "Will you marry me?". Sebelum memutuskan menikah, banyak hal yang menjadi pertimbangan para pria.

1. Penghasilan tetap
Hampir semua pria beranggapan penghasilan adalah syarat utama untuk bisa membentuk sebuah keluarga. Sebenarnya, yang penting bagi pria bukan berapa banyak jumlah penghasilan, tetapi bagaimana memiliki penghasilan secara rutin setiap bulannya. Itulah mengapa, para pria enggan menuju ke jenjang pernikahan bila mereka belum yakin dengan pekerjaannya. Sangat riskan membentuk keluarga bila dia masih sibuk pindah dari satu kantor ke kantor lainnya, karena belum menemukan tempat yang tepat.

2. Menuntaskan pendidikan
Mumpung masih muda, buat apa buru-buru menikah? Bagi pria yang terpenting adalah menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk meraih kesuksesan. Salah satunya degnan melanjutkan jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Bagaimana pun juga, tingkat pendidikan seseorang punya pengaruh cukup besar terhadap perkembangan karirnya. Jadi saat menikah nanti pikiran hanya fokus kepada keluarga dan pekerjaan.

3. Investasi
Salah satu yang diinginkan pria sebelum menikah adalah memiliki investasi, apa pun bentuknya. Entah itu berupa tabungan, saham, atau bahkan tanah. Menurut dia, investasi bisa menjadi penyelamat keuangan di masa depan. Semakin besar jumlah investasi akan semakin baik. Apalagi nantinya investasi ini bisa digunakan bila ada kejadian tak terduga, seperti untuk biaya rumah sakit, renovasi rumah, dan sebagainya. Tidak mungkin biaya berobat baru dicari setelah ada yang sakit, bukan?

4. Jabatan
Bagi para pria, jabatan adalah sesuatu yang dianggap prestige. Semakin tinggi jabatannya, semakin tinggi pula gengsinya. Tak heran bila banyak pria yang lebih pilih mengejar karir terlebih dulu ketimbang menikah. Pasalnya, ketika menikah, tanggungjawab tak hanya pada diri sendiri, tapi juga keluarga. Sebagai kepala keluarga, dia perlu membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Karena itu, banyak pria yang baru memikirkan untuk berkeluarga selepas usia 30 tahun, karena di usia ini biasanya jabatan setingkat manajer sudah di tangan.

5. Home sweet home
Sebagian pria juga enggan menikah sebelum memiliki rumah sendiri. Rumah yang sederhana pun oke, yang penting merupakan hasil kerja kerasnya. Daripada harus menumpang tinggal bersama orangtua atau tinggal di pondok mertua indah, lebih baik ia menunda niat untuk menikah. Pria hanya ingin menghindari kemungkinan konflik yang bisa saja terjadi antara ia dan pasangannya dengan orangtua. Lagipula, memiliki rumah sendiri bisa menjadi kebanggaan saat pasangan melamar Anda, karena ia telah menyediakan tempat yang layak untuk hidup Anda.

6. Mobil
Pria mana yang tak ingin punya mobil? Jika boleh memilih, mungkin ia lebih baik memuaskan hasrat membeli mobil dulu sebelum menikah. Karena, biaya untuk berkeluarga tidak sedikit. Jadi, lebih baik memenuhi kebutuhan pribadi sebelum menikah. Toh, nantinya mobil akan menjadi kebutuhan keluarga juga.

7. Menikmati kebebasan
Bebas melakukan apa pun yang ia mau, bebas berkumpul dengan teman-teman, bebas pergi kemana pun ia mau. Pria takut, saat menikah berarti kebebasan yang ia miliki akan hilang. Hidupnya tak lagi untuk bersenang-senang, tetapi untuk keluarga. Inilah yang membuatnya enggan cepat-cepat menuju ke jenjang pernikahan.

Sumber : Kompas.com