Jokowi Dilaporkan Terkait Dana Pendidikan ke KPK

Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan ke Komisi Pemberantasan KPK terkait dugaan korupsi Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) tahun anggaran 2010.

"Saudara Wali Kota telah dilaporkan oleh bagian komputer mengenai duplikasi data BPMKS tapi beliau membiarkan dan tidak menindaklanjutinya," kata Ketua Kelompok TS3 Muhammad Ali Usman yang melaporkan Jokowi di gedung KPK Jakarta, Kamis.

TS3 (Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia) adalah organisasi masyarakat yang menyatakan bahwa anggaran BPMKS pada 2010 dianggarkan Rp23 miliar untuk 110 ribu siswa.

Namun pada 2011 dilakukan verifikasi yang menunjukkan ada banyak kesamaan nama namun memiliki nomor BPMKS yang berbeda sehingga dilaporkan data penerima BPMKS adalah 65.394 siswa dengan nilai anggaran Rp10,68 miliar.

Menurut Ali Usman, patut diduga bahwa dari selisih nilai tersebut, dana yang tidak digunakan mencapai Rp12,3 miliar sedangkan sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) belanja hibah satuan pendidikan hanya sebesar Rp2,47 miliar.

"Potensi kerugian negara minimal sekitar Rp9,8 miliar yang tidak dikembalikan ke kas pemerintah kota Surakarta, itu baru tahun 2010 padahal pada 2011 dan 2012 juga sama nilainya," tambah Ali Usman.

Atas dugaan tersebut, TS3 yang mengaku beranggotakan para guru dan aktivis hukum mengadukan Walikota Surakarta Jokowi karena melakukan pembiaran terhadap tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara setidak-tidaknya sebesar Rp9,83 miliar serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga dan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Anggaran karena telah melakukan persekongkolan yang menyebabkan kerugian negara.

Mereka dianggap memenuhi unsur pelanggaran pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 mengenai Tindak Pidana Korupsi.

Ali Usman juga membantah bahwa pelaporannya tersebut terkait dengan momen pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua yang akan berlangsung pada 20 September dengan Jokowi sebagai salah satu kandidat gubernur ibu kota.

"Saya nonpartisan, saya juga tidak kenal mereka, saya sewa bus sendiri bersama-sama anak-anak," tambah dia.

Ia juga beralasan pelaporannya baru dilakukan saat ini karena butuh waktu untuk melengkapi berkas.

Sumber : Antaranews

Hasil Drawing Babak Penyisihan Grup Liga Champions 2012-13

Hasil undian penyisihan grup liga champions 2012-2013 telah diumumkan oleh federasi sepakbola Eropa (UEFA) tadi malam, dilaksanakan di Grimaldi Forum, Monaco, Kamis, 30 Agustus 2012.

Persaingan sengit tampaknya akan terjadi di Grup D karena empat juara dari empat kompetisi musim lalu dari negara yang berbeda akan bertemu. Mereka adalah Real Madrid (La Liga/Spanyol), Manchester City (Premier League/Inggris), Ajax Eredivisie/Belanda), dan Borussia Dortmund (Bundesliga/Jerman).

Sementara itu, dua klub Liga Premier Inggris lainnya, Manchester United dan Arsenal, relatif mendapat undian yang tidak terlalu berat. Tergabung dalam Grup H, Setan Merah berkesempatan menuntaskan balas dendamnya pada Braga, klub yang menyingkirkan Wayne Rooney dkk di fase penyisihan grup musim lalu. Sedangkan, The Gunners, “hanya” akan bertemu Schalke 04, Olympiakos, dan Montpellier.

Yang agak berat, juara bertahan Chelsea yang akan bertemu dengan jawara Serie A Italia Juventus dalam Grup E yang juga berintikan tim yang kerap jadi ganjalan bagi tim-tim elite, Shakhtar Donestk, dan debutan dari Denmark, FC Nordsjaelland.

Dua klub elite Eropa, Barcelona dan AC Milan, juga mendapatkan hasil undian yang terbilang tidak terlalu sulit. Los Blaugrana akan ditantang Benfica, Spartak Moscow, dan Celtic. Sementara Rossoneri dijajal Zenit St Petersburg, Anderlecht, dan debutan Spanyol Malaga.

Hasil undian babak penyisihan grup Liga Champions 2012-13


Grup A : Porto, Dynamo Kiev, Paris Saint-Germain, Dinamo Zagreb

Grup B: Arsenal, Schalke 04, Olympiakos, Montpellier

Grup C
: AC Milan, Zenit St Petersburg, Anderlecht, Malaga

Grup D: Real Madrid, Manchester City, Ajax, Borussia Dortmund

Grup E: Chelsea, Shakhtar Donetsk, Juventus, Nordsjaelland

Grup F
: Bayern Munich, Valencia, Lille, BATE Borisov

Grup G: Barcelona, Benfica, Spartak, Celtic

Grup H: Manchester United, Braga, Galatasaray, Cluj

Spesifikasi dan Harga Perdana Samsung Galaxy Note 10.1

Akhirnya, Samsung resmi melepas Galaxy Note 10.1, ke pasar Indonesia. Perangkat berupa komputer tablet ini mengusung ukuran layar 10 inci, lebih besar dari pendahulunya, Galaxy Note, yang memiliki layar 5 inci.

Samsung Galaxy Note diperkuat prosesor Exynos quad-core berkecepatan 1.4 GHz dan RAM sebesar 2 GB. Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan multi-screen, yaitu menjalankan dua aplikasi secara bersamaan dalam satu layar.
Tablet ini juga dilengkapi dengan stylus S-pen sebagai sarana menulis tangan dan menggambar pada permukaan layar Galaxy Note 10.1. Stylus itu memiliki tingkat sensitivitas terhadap tekanan sebanyak 1024 tingkat sehingga tebal-tipisnya goresan pena tergantung pada tekanan tangan pengguna.

Tambahan stylus itu, menurut Managing Director Samsung Electronics Indonesia Yoo Young Kim, adalah poin kelebihan Samsung Galaxy Note 10.1 dibanding produk-produk sejenis lainnya.
"Jadi, Galaxy Note 10.1 ini bukan hanya bisa dipakai untuk nonton film atau browsing saja. Pengguna juga bisa membuat konten dengan bantuan S-Pen dan aplikasi seperti Photoshop Touch. Interaksinya jadi berjalan dua arah", ujar Kim di sela-sela acara peluncuran di Jakarta, Kamis (30/8).

Untuk harga perdana, Samsung Galaxy Note 10.1 dilepas dengan harga spesial Rp5.959.000 (harga normal Rp6.999.000). Nantinya, Samsung akan berkolaborasi dengan Bank BCA yang memberikan cicilan gratis 1 bulan plus bunga 0 % khusus untuk pemegang kartu kredit BCA. Tak hanya memberikan potongan harga, Samsung Galaxy Note 10.1 juga di bundling dengan simPATI dengan memberikan akses internet gratis selama 6 bulan.

Tragedi Sampang-Madura, Asmara dan Cermin Kerentanan

Berita sampang-madura hari ini sungguh menyedihkan bagi bangsa Indonesia. Bentuk kekerasan masih menyelimuti bangsa ini, terutama masalah SARA.

Budaya carok masih berurat akar di Madura, sebagaimana tercermin dari kerusuhan Sampang yang menelan korban jiwa. Tragedi Sampang adalah cermin keretakan dan kerentangan masyarakat Madura, kultur kekerasan lama yang masih mengemuka.

Madura adalah refleksi suatu masyarakat yang koyak dan belum bisa menjaga kerukunan agama. Salah satunya adalah tipisnya sikap saling toleransi dan dialog berkesinambungan untuk mewujudkan penyelesaian konflik tanpa melalui kekerasan. Di sisi lain yang perlu ditempuh adalah tindakan preventif atau pencegahan oleh masyarakat maupun negara.

Yang ironis, menurut Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, bahwa kasus Sampang berkembang sehingga berbuah penyerangan pada Muslim Syiah karena tidak adanya penyelesaian yang cepat dan tepat. Kasus tersebut, bermula dari dua orang bersaudara yang sama-sama menganut Syiah yang jatuh cinta kepada seorang gadis yang sama.

Kemudian, salah satu dari dua saudara tersebut keluar dari mahzab Syiah dan memprovokasi masyarakat bahwa telah terjadi konflik antara Syiah dan Sunni. Mahfud pun menyarankan agar proses hukum ditegakkan. Sebab tidak ada jalan lain kecuali penegakan hukum dengan tegas. Tidak boleh ada pengadilan oleh rakyat untuk rakyat. “Di negara mana pun, tindakan main hakim sendiri itu dilarang," tegas Mahfud.

Oleh sebab itu, pemerintah pusat perlu segera mengambil alih penanganan konflik Syiah di Sampang, Madura. Pemerintah pusat harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan konflik tersebut agar konflik serupa tidak merembet ke wilayah lain di Indonesia.

Kerusuhan ini telah kali kedua terjadi di Sampang, tetapi tidak ada campur tangan yang serius dari pemerintah pusat dalam meredam konflik ini. “Apabila ada penanganan dini dari pemerintah pusat, kemungkinan tidak terjadi lagi kerusuhan lanjutan di Sampang saat ini," ujar Abdul Hakim, anggota Komisi VIII DPR, di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Idealnya, pemerintah pusat dapat segera mengambil alih penanganan konflik di Sampang, Madura, dan jangan hanya melempar tanggung jawab dan membiarkan pemerintah daerah mencari jalan keluar konflik tersebut.

Oleh sebab itu, pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) yang independen adalah langkah awal yang harus dilaksanakan pemerintah pusat dalam penanganan konflik Syiah di Sampang. TPF bertugas mencari fakta-fakta dan informasi yang akurat di masyarakat mengenai pemicu konflik. Hasil temuan TPF di lapangan bisa dijadikan masukan bagi perumusan jalan keluar konflik tersebut oleh pemerintah pusat.

Pemerintah pusat juga harus secepatnya menjembatani proses perdamaian dengan mengundang kedua belah pihak yang bertikai. Percepatan perdamaian di antara kedua belah pihak bisa segera meredam gejolak di masyarakat. Pemerintah pusat seharusnya dapat mengambil pelajaran dari kejadian kerusuhan di Sampang ini supaya pemerintah mempunyai tolok ukur dalam penyelesain konflik agama di daerah lain.

Masuk akal pandangan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang juga berasal dari Madura yang mengungkapkan bahwa toleransi antar umat Muslim berbeda mahzab harus dikedepankan daripada saling adu kekuatan. Toleransi antar umat berkeyakinan tidak hanya di Sampang, namun juga di kawasan regional maupun internasional karena konfigurasi jumlah pemeluk kepercayaan tertentu di setiap wilayah berbeda.

Para penganut Muslim Sunni agar menyadari posisi kuantitas karena posisi Sunni di dunia juga tidak seragam. Muslim Sunni, adalah mayoritas di Indonesia. Namun, tidak ada alasan bagi Muslim Sunni untuk sewenang-wenang pada Muslim Syiah yang minoritas.

Bahwa di negara Islam yang penganut Muslim Syiah termasuk mayoritas, Muslim Sunni mendapatkan jaminan keamanan. Hal itu, baru sebatas antar sekte dalam agama. Pada jangkauan pandangan yang lebih besar, tidak di setiap negara, golongan Islam memegang peranan sebagai mayoritas.

Di Perancis, misalnya, penganut Islam adalah minoritas namun dihormati. Hal yang bertolak belakang justru terjadi di Indonesia dan hal tersebut disesali Mahfud. Perbedaan keyakinan, diakuinya tidak selayaknya menjadi pembenar untuk sewenang-wenang karena mengenai perbedaan keyakinan dan kebebasan beragama sendiri telah diatur oleh konstitusi.

Di Madura dan kawasan lainnya kita harus memupuk toleransi antar pemeluk agama dan beda keyakinan. Sesunguhnya itulah hal paling inti mengenai perbedaan keyakinan yang diatur konstitusi. Tapi, adakah masyarakat Madura dan daerah lain mau memahami dan menyadarinya?

Sumber : Inilah.com

Ini Dia Kronologi Kekerasan Warga Syiah di Sampang, Madura

Kekerasan dialami warga Syiah di Sampang, Madura. Satu warga Syiah meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi dengan kelompok lain pada Minggu (26/8) itu. Warga Syiah yang kalah jumlah diserang dengan batu dan senjata tajam.

Berdasarkan siaran pers yang dikirimkan Kontras Surabaya pada Senin (27/8/2012), keributan dipicu oleh kedatangan puluhan pria warga non syiah yang mengancam warga Syiah untuk tidak meninggalkan desa.

Berikut kronologi kekerasan di Sampang pada Minggu (26/8) yang di kutip dari detiknews.com:

- Pukul 06.30 WIB

Sejumlah anak-anak warga Syiah dengan didampingi orang tuanya akan pergi keluar desa mereka dengan tujuan ke beberapa tempat. Di antara mereka ada yang akan bersilaturahim ke keluarga yang ada di luar Omben, dan beberapa yang lain akan berangkat ke luar kota untuk masuk sekolah dan pesantren mengingat libur lebaran sudah usai.

Ketika rombongan anak-anak warga Syiah dan orang tuanya yang berjumlah sekitar 20 orang ini akan menaiki dua buah mobil yang mereka sewa, puluhan lelaki dewasa dari warga non Syiah dengan membawa senjata tajam mendatangi mereka dan melarang mereka meninggalkan desa.

Bahkan mobil yang akan mereka tumpangi diancam akan dibakar. Dan selanjutnya, layaknya 'tawanan perang' rombongan anak-anak warga Syiah digiring kembali ke desa dan dipaksa pulang ke rumah masing-masing. Saat itulah, orang tua dari anak-anak warga syiah berusaha melawan tindakan sekumpulan warga yang mengancam mereka. Akhirnya seluruh anak-anak warga Syiah beserta orang tuanya kembali ke rumah mereka masing-masing.

- Pukul 08.00 WIB

Puluhan warga non Syiah yang mengancam akan menyerang warga Syiah telah bertambah menjadi ratusan orang. Dan tersiar kabar bahwa mereka akan menyerang dan membakar semua rumah warga syiah dan bagi yang melawan akan dibunuh. Dan serangan akan dimulai dari rumah Ustadz Tajul Muluk, yang saat itu ditempati oleh ibu, istri, dan 5 orang anak-anaknya.

Rumah Tajul Muluk sesungguhnya telah dibakar massa anti Syiah pada akhir Desember 2011, dan saat ini tersisa bangunan seluas 4x5 meter dan ditempati oleh ibu, istri dan anak-anaknya.
Sedangkan Tajul sendiri saat ini sedang berada di LP Sampang. Dia menjalani hukuman dua tahun penjara yang diputuskan oleh PN Sampang dengan dakwaan penodaan agama.

- Pukul 09.30 WIB

Sekitar 20 orang lelaki dewasa dari warga Syiah berkumpul di rumah Ustadz Tajul bersiap untuk melindungi perempuan dan anak-anak yang tinggal di rumah itu dari serangan warga non Syiah.

- Pukul 10.30 WIB

Warga non Syiah yang berjumlah lebih dari 500 orang, sebagian besar adalah lelaki dewasa yang bersenjatakan aneka macam senjata tajam, batu dan bom ikan (bahan peledak yang biasa digunakan nelayan untuk menangkap ikan di laut) bergerak mengepung rumah Ustad Tajul. Tidak berselang lama terjadilah perang mulut di antara mereka yang dilanjutkan dengan saling lempar batu.

Saat kondisi sedang memanas, salah satu warga Syiah, Moch Chosim (50), yang biasa dipanggil Pak Hamama berusah menenangkan massa. Lelaki tua ini maju ke tengah-tengah massa non Syiah yang akan menyerang mereka.

Nahas bagi Chosim, maksud baiknya justru memicu amarah massa. Sedikitnya 6 orang lelaki dewasa dengan senjata celurit, pedang dan pentungan mengeroyoknya. Tubuhnya bersimbah darah, perutnya
terburai dan meninggal di tempat.

Melihat Chosim dikeroyok, Tohir (45 th) adiknya berusaha melerai dan melindungi sang kakak. Akibatnya, Tohir mengalami luka berat di bagian punggung dan sekujur tubuhnya akibat sabetan pedang, celurit dan lemparan batu. Untunglah nyawa Tohir masih terselamatkan.

Massa semakin beringas. Ratusan massa beramai-ramai melempari rumah Tajul dengan batu. Semua orang yang berada dalm rumah itu terkena lemparan batu. Ibu Tajul Muluk, Ummah (55), jatuh pingsan karena kepalanya terkena lemparan batu. Anak-anak menjerit, sebagian di antaranya pingsan.

Selain Ummah, 3 orang yang lain juga mengalami luka serius akibat terkena lemparan batu, yaitu Matsiri (50), Abdul Wafi (50), dan Tohir (45 th). Akhirnya keluarga Ustad Tajul dan warga Syiah yang terkepung itu tidak lagi melawan dan membawa kerabat mereka yang luka-luka dan meninggal ke gedung SD Karang Gayam yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah itu. Massa penyerang membiarkan mereka menyelamatkan diri. Selanjutnya massa membakar rumah Ustad Tajul hingga habis.

- Pukul 11.30 WIB

Setelah massa non Syiah membakar rumah yang didiami istri, ibu dan anak-anak Ustad Tajul, massa mulai bergerak membakar satu demi satu rumah warga Syiah. Tidak ada polisi di lokasi, padahal sudah sejak pagi diberitahu.

- Pukul 12.00 WIB

Puluhan petugas polisi datang ke lokasi dan memberikan pertolongan kepada sejumlah warga Syiah yang terluka. Akan tetapi jumlah polisi sangat tidak memadai untuk mencegah dan melarang massa melakukan pembakaran rumah-rumah warga Syiah.

- Pukul 18.00 WIB

Jumlah rumah yang dibakar berjumlah setidaknya 60 unit bangunan dari sekitar 35 rumah milik warga Syiah. Aparat kepolisian tidak berdaya mencegah hal ini terjadi.

- Pukul 18.30 WIB

Sejumlah warga Syiah dievakuasi oleh pihak kepolisian di Gedung Olah Raga Sampang. Sedang ratusan warga Syiah yang lain berlari bersembunyi ke hutan dan persawahan yang berada di sekitar rumah mereka.

Total korban yang telah dievakuasi adalah 155 orang, dan masih ada sekitar 300-400-an orang korban yang belum dievakuasi. 1 Orang tewas Muhammad Khosim (50) dan 1 luka berat, Tohir (45), sempat dikabarkan meninggal tapi masih menjalani perawatan di RSUD Sampang.

Akhirnya, Nuri Sahin Resmi Hijrah Ke Liverpool

Bursa transfer Liga Primer Inggris masih menyisakan beberapa tim besar untuk mengisi barisan line-up utamanya.

Spekulasi mengenai masa depan Nuri Sahin akhirnya menemui titik terang. Gelandang timnas Turki itu resmi hijrah ke Liverpool dengan status pemain pinjaman. Hal itu pun dikonfirmasi langsung oleh manajemen The Reds di situs resmi klub.

Sahin tampil menawan saat masih memperkuat Borussia Dortmund. Dia memiliki peran krusial ketika mengantar Die Borussen keluar sebagai kampiun Bundesliga di musim 2010/2011. Dan, Madrid yang sedang membangun tim, memutuskan untuk mendaratkan Sahin ke Santiago Bernabeu di musim panas 2011.

Namun, lini tengah Los Blancos yang sudah penuh sesak dan beberapa cedera yang sempat menerpa, memaksa Sahin hanya tampil sebanyak empat kali dalam semusim. Melihat hal itu, Jose Mourinho akhirnya memilih untuk meminjamkan gelandang berkebangsaan Turki itu ke klub lain demi mendapatkan waktu bermain.

Sebelumnya, beberapa klub Liga Primer Inggris lain seperti Arsenal dan Tottenham Hotspur juga terpikat untuk meminjam jasa Sahin. Namun, Liverpool akhirnya berhasil memenangi perburuan pemain berusia 23 tahun tersebut.

"Liverpool Football Club telah mencapai kesepakatan dengan Real madrid untuk mendatangkan Nuri Sahin dengan kontrak peminjaman selama satu musim penuh, pemain akan melewati tes medis," tulis pernyataan resmi Liverpool di situs resmi klub, Sabtu (25/8) sore WIB.

Jika berhasil menjalani tes medis dan secara resmi menjadi pemain Liverpool, Sahin bakal menjadi rekrutan keempat Brendan Rodgers setelah Fabio Borini, Joe Allen dan Oussama Assaidi.

Apple vs Samsung : Apple Menang Gugatan, Samsung Siap Bayar Ganti Rugi

Apple Inc mencetak kemenangan spektakuler atas serangkaian gugatan hukum di pengadilan Amerika Serikat. Juri menemukan perusahaan asal Korea Selatan ini menyontek fitur penting iPhone dan iPad yang sangat populer, dan karena itu, harus membayar ganti rugi US$ 1 miliar.

Putusan--yang datang lebih cepat dari yang diharapkan--dapat menyebabkan larangan langsung pada penjualan produk utama Samsung. Di sisi lain, juga akan memperkuat dominasi Apple di pasar komputasi mobile.
Kemenangan Apple ini juga membuat banyak perusahaan ponsel mengkeret. Sejumlah perusahaan yang menjual smartphone berbasis sistem operasi Google Android sekarang bisa menghadapi tantangan hukum lebih lanjut dari Apple. Saham Apple, yang minggu ini mencatat rekor sebagai perusahaan terbesar berdasarkan nilai pasar dalam sejarah, naik hampir 2 persen ke rekor tinggi sebesar US$ 675 setelah putusan itu.

Brian Love, profesor hukum dari Fakultas Hukum Universitas Santa Clara, menggambarkannya sebagai kemenangan telak untuk Apple. "Ini adalah skenario terbaik yang diharapkan Apple," katanya.
Juri berunding selama tiga hari sebelum memberikan putusan pada tujuh paten yang diklaim Apple dan lima klaim paten Samsung. Hal ini menunjukkan bahwa panel sembilan orang itu mengalami sedikit kesulitan dalam menyimpulkan bahwa Samsung telah menyalin iPhone dan iPad.

Tuduhan Apple bahwa Samsung menyontek desain mereka dipandang banyak pengamat juga merupakan serangan terhadap Google Inc dan perusahaan perangkat lunak Android, yang banyak digunakan oleh Samsung.
Apple dan Samsung, dua perusahaan yang menguasai lebih dari setengah pangsa pasar smartphone dan tablet di dunia, telah bersitegang di ranah hukum di beberapa negara tahun ini.

Sebelumnya, pada hari Jumat, pengadilan Korea Selatan menemukan bahwa kedua perusahaan bersalah dan memerintahkan Samsung menghentikan penjualan 10 produk, termasuk ponsel Galaxy S II-nya, dan Apple dilarang menjual empat produk yang berbeda, termasuk iPhone 4.
Namun sidang di "kandang" Apple--pasar teknologi terbesar dan paling berpengaruh di dunia--dianggap paling penting.

Pertarungan dimulai tahun lalu ketika Apple menggugat Samsung di beberapa negara, menuduh perusahaan Korea Selatan ini menyontek iPhone dan iPad. Apple menuntut ganti rugi lebih dari US$ 2,5 miliar dari Samsung, yang dijawab perusahaan itu dengan gugatan balik.